Organisasi berkas sequential merupakan cara yang paling dasar untuk mengorganisasikan kumpulan record-record dalam sebuah berkas. Dalam organisasi berkas sequential, pada waktu record ini dibuat, record-record direkam secara berurutan. Record pertama ditempatkan pada posisi pertama dalam berkas, record kedua ditempatkan pada posisi kedua dalam berkas dan seterusnya. Begitu pula pada waktu pengaksesan dan pada waktu berkas ini digunakan sebagai input, record-record harus diakses secara berurutan. Jadi dalam organisasi berkas sequential, bukan berarti bahwa record-record tersebut disimpan dalam urutan numerik. Jika kita ingin menambahkan suatu record pada berkas sequential, maka record tersebut akan terletak pada akhir berkas. Organisasi berkas sequential dapat terdiri dari record-record yang berbeda jenis.
Pengertian lain dari organisasi berkass sequential yaitu Organisasi Sequential meupakan proses dalam system berkas yang mengakses data secara berurut.
Data merupakan segala sesuatu yang masih dalam bentuk bahan mentah yang akan diproses. Data yang sudah diproses tersebut dan berguna bagi orang yang menerimanya ini disebut sebagai informasi.

Ada beberapa tahapan dalam organisasi berkas secara sequential, yaitu :

1. Pengumpulan Data

Proses dimana data yang ada dikumpulkan secara berurut berdasarkan klasifikasi yang membedakannya. Pada tahap pengumpulan data ini, semua data akan diurutkan secara bertahap dan terorganisir dengan baik. Bentuk dari tahap ini adalah seperti pada Database Kemahasiswaan seperti menampilkan IPK, menampilkan mata kuliah dan menmpilkan Biodata mahasiswa.

2. Pemasukkan Data ( Input Data )

Pada tahap ini, data-data yang telah dibedakan dan dikumpulkan tersebut akan secara permanent dimasukkan ( di input ) kedalam suatu device penyimpanan. Device ( media ) penyimpanan ini dapat berupa memori atau device penyimpanan lainnya. Contohnya adalah Data pribadi dan KRS Mahasiswa.

3. Pengeditan Data

Tahap selanjutnya yang harus dilakukan dalam proses secara sequential adalah pengeditan data. Setelah data yang ada dikumpulkan dan proses input data juga telah dilakukan maka proses selanjutnya adalah editing. Dalam tahap ini data yang telah di input akan diubah ( edit ). Tahap ini berlangsung berdasarkan pengguna atau user. User sangat dominant dalam tahap ini, sebab proses pengeditan data yang ada berdasarkan perintah kerja dari user.

4. Penyortiran Data Yang Telah Di Edit

Tahap terakhir dalam tahap sequential ini adalah penyortiran. Setelah user melakukan pengeditan pada data-data yang ada, maka selanjutnya data yang telah di edit tersebut kan di sortir. Dalam proses penyortiran ini, peran user juga sangat dominan dalam mempengaruhi hasil dari penyortiran yang dilakukan.

Pembuatan Berkas Sequential meliputi penulisan record-record dalam serangkaian yang diinginkan pada media penyimpanan.

• Tugas-tugasnya :

. Pengumpulan data
. Perubahan data dalam bentuk bahasa yang dapat dibaca oleh mesin
. Pengeditan data
. Pemeriksaan transaksi yang ditolak
. Penyortiran edit data

Retrieval Terhadap Berkas Sequential

o Record pada berkas sequential di retrieve secara berurutan.
o Retrieve dari sebuah berkas dapat dibagi 2 tergantung pada jumlah data yang dihasilkan, yaitu :

  • Report Generation
  • Inquiry

Update Terhadap Berkas Sequential

Frekuensi dimana sebuah master file harus di-update bergantung pada faktor-faktor :

  • Tingkat perubahan data
  • Ukuran dari master file
  • Kebutuhan yang mendesak dari data yang sedang berjalan pada master file
  • File activity ratio

Hit Ratio

Merupakan banyaknya record yang harus diakses untuk mendapatkan informasi yang diinginkan dibagi dengan banyaknya record dalam berkas tersebut .

  • Semakin rendah hit ratio, semakin tidak baik bila menggunakan organisasi sequential.
  • Semakin tinggi hit ratio, semakin baik bila menggunakan organisasi sequential.

File Activity Ratio

Merupakn banyaknya record pada master file yang di-update dibagi dengan banyaknya record pada master file.

  • Semakin tinggi file activity ratio, semakin lama proses peng-update-an master file.
  • Semakin tinggi kebutuhan akan data yang baru pada master file, maka semakin sering file tersebut diakses.
  • Semakin sering master file di-update, semakin tinggi biaya pemrosesannya

Jenis Update

  • Insert a new record
  • Delete an existing record
  • Modify an existing record

Keuntungan : Kemampuan untuk mengakses record berikutnya secara tepat.

Keterbatasan : Tidak dapat mengakses langsung pada record yang diinginkan.

Sumber :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s