Kenapa tidak henti-hentinya bencana menimpa tanah tercinta kita ini. Bencana di tanah tercinta kita ini tidak luput dari kesalahan manusianya itu sendiri, contonya lumpur lapindo, tanah longsor, banjir dan sebagainya.

Kita ambil satu masalah tanah longsor yang dialami banyak daerah, yang terbaru adalah longsor di pasir jambu, kabupaten bandung jawa barat. Semua itu ulah manusia yang tidak bertanggung jawab, jika manusia sadar akan kecintaan mereka terhadap lingkungan dan tdak hanya mementingkan pribadi masing-masing mungkin bencana tersebut bisa dicegah.

Kerusakan hutan disebut-sebut sebagai pemicu yang sangat menonjol saat ini, selain itu tata ruang daerah pun menjadi pemicu. Longsor yang dialami berbagai daerah ini bisa kita lihat dari ketidak seimbangan antara pepohonan dan bangunan, lebih banyak bangunan yang berdiri ketibang pohonan besar yang bisa digunakan sebagai penyanggah. Selain itu daerah resapan yang kurang pun menjadi masalah. Semakin banyak bangunan yang berdiri dan kurangnya daerah resapan membuat tanah yang ada di ketinggian terkikis terbawa air yang mengalir deras dari ketinggian sehingga longsor tidak dapat dihindarkan.

Kalau sudah seperti ini manusia menyalahkan alam, padahal manusia itu sendiri yang merusak lingkungannya. Sadarkah kita akan semua itu? Penebangan hutan yang marak saat ini pun memicu terjadinya banyak bencana, contonya longsor ini.

Bangunan yang berdiri tidak sesuai dengan tata letak yang sebenarnya pun memicu adanya pergerakan tanah yang memicu longsor,bangunan-bangunan yang berada ditebingan lebih rawan tertimpa longsoran dan setelah itu korban jiwa yang berjatuhan membuat makin sengsaranya merekayang sudah susah karena kesulitan ekonomi dan sebagainya ditambah mereka harus hidup dipengungsian anak-anak yang bersekolah tidak dapat bersekolah karena sekolah mereka terkena bencana atau pun rumah mereka karena sebagian dari mereka tidak dapat menyelamatkan harta dan bendanya,buku-buku pelajaran bahkan pakaian. Peran penting pemerintah lah yang seharusnya menjadi penyelamat buat mereka bukan kekurang tanggapan.Bukan musibah dijadikan ajang mencari kekayaan sendiri dengan menggalang dana-dana yang fiktif atau pun penggelembungan dana. Seharunya bukan hanya kunjungan yang menelan biaya jutaan yang mereka jalankan, tetapi seharusnya uang tersebut dipergunakan untuk membantu mereka yang ditimpa musibah.

Sekarang yang harus di ambil adalah hikmah dari semua kejadian, kita sebagai manusia harus sadar akan semua yang kita lakukan pembakaran hutan, pemebangan liar, tata ruang dan lingkungan yang seharusnya lebih menyadari ini semua. Sebaiknya tidak mendirikan bangunan-bangunan ditepian tebing yang rawan akan bencana.

Mari kita buat Negara kita menjadi Negara yang tidak sering mengalami musibah bencana alam yang akhirnya kan merugikan kita sebagai manusia.

Hanya kesadaran manusianya lah sehingga semua musibah bisa kita cegah dan kita waspadai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s