Selama ini asam folat dikenal sebagai salah satu vitamin yang penting untuk pertumbuhan bayi yang dikandung. Tapi ternyata asam folat ini juga bisa membantu dan mencegah gangguan depresi.

Hal ini berdasarkan dua percobaan yang melibatkan sekitar 1.000 orang dengan dosis harian asam folat. Satu penelitian dilakukan oleh University of Oxford untuk mencari tahu apakah vitamin ini bisa mencegah depresi pada orang yang masih muda. Sedangkan penelitian kedua dilakukan di Bangor University, North Wales dengan melibatkan orang dewasa yang mengalami depresi sedang hingga berat.

Seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (9/6/2010) hasil penelitian menunjukkan bahwa sepertiga dari penderita depresi memiliki kadar asam folat yang rendah, dan juga semakin besar kekurangan asam folat maka gejala depresi yang diderita juga akan semakin parah. Selain itu orang yang memiliki kadar folat rendah, memiliki respons yang kurang terhadap antidepresan.

Beberapa studi telah menemukan bahwa pasien depresi akan kekurangan folat. Kemungkinan banyak orang yang depresi cenderung mengonsumsi makanan dalam jumlah sedikit, hal ini menyebabkan seseorang kekurangan banyak vitamin dan mineral termasuk asam folat.

Sebuah studi yang terdapat dalam Journal of Clinical Psychiatry menemukan bahwa jumlah asam folat yang cukup diperlukan oleh otak agar bisa bekerja dengan baik. Jika otak kekurangan zat ini bisa menyebabkan risiko lebih tinggi terhadap depresi dan juga memperburuk respons obat antidepresan.

Selain itu dalam studi yang dipublikasikan American Journal of Psychiatry, sekelompok peneliti memberikan obat fluoxetine (Prozac) pada 213 pasien dengan gangguan depresi. Setelah delapan minggu diberikan fluoxetine, pasien dengan kadar folat rendah secara signifikan cenderung menunjukkan peningkatan dari terapi obat. Asam folat yang dikombinasikan dengan fluoxetine bisa menjadi pengobatan awal yang efektif untuk depresi.

Asam folat diperlukan untuk membuat DNA, RNA, membangun sel dan cukup aktif di otak dalam sistem saraf pusat. Hal ini mempengaruhi produksi senyawa esensial tertentu dan zat neurotrnasmitter yang membawa pesan ke berbagai bagian otak.

Salah satu teori yang memungkinkan hubungan antara depresi dan asam folat adalah tingkat folat yang rendah menyebabkan SAM (S-adenosylmethionine) juga rendah yang bisa memicu terjadinya depresi karena adanya gangguan di otak.

Depresi adalah suatu kondisi serius yang memerlukan perawatan berkelanjutan dengan metode terapi bicara, penggunaan obat-obatan atau keduanya. Penemuan hubungan antara asam folat dan depresi masih cukup baru, sehingga masih diperlukan studi lebih lanjut untuk membuatnya menjadi sebuah panduan.
Sumber: http://health.detik.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s