LOCKHEED MARTIN F-22 RAPTOR AIR SUPERIORITY FIGHTER

F-22 telah memenangi kontes “Air Force’s Advanced Tactical Fighter” melawan Northrop YF-23 pada April 1991. Misi primer pesawat ini masih tetap untuk superioritas udara, untuk ini, pesawat dapat mengangkut sampai 8 misil udara-ke-udara di dalamnya, misi sekunder sebagai fungsi groung-attack juga sudah dikembangkan. Kemampuan ini telah ditandai ketika Raptor dirubah namanya menjadi F/A-22 pada akhir 2002, walapun didesain lagi sebagai F-22 sejak Desember 2005. F-22 utamanya didesain untuk menambah dan mengganti F-15 dengan menambahkan fitur “stealth” dan teknologi propulsi terbaru. Pengembangan ini termasuk desain angular, penggunaan material komposit absorbent radar, dan kemampuan “supercruise” pada kecepatan supersonik tanpa menggunakan sebuah “pembakaran susulan”. F-22 juga meningkatkan agilitasnya dengan penggunaan “thrust vectoring nozzles” dan sistem kontrol “fly-by-wire”yangcanggih.

Sistem canggih lain yang terdapat dalam Raptor termasuk sebuah deretan avionic terintegrasi yang dibangun disekitar komputer penerbangan yang canggih dengan kemampuan memori 3 kali lipat dan kecepatan 16 kali lipat dari pada yang dipakai pada F-15. F-22 juga menggunakan sistem “nav/attack” yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menyaring informasi ke pilot untuk mengurangi beban kerjanya sehingga meningkatkan kewaspadaan situasi.
Dua purwarupa dari YF-22 dan YF-23 yang dibuat, satu contoh dari setiap pesawat dilengkapi dengan mesin turbofans Pratt and Whitney F119 dan yang lainnya dengan mesin turbofans General Electric. Kombinasi variasi ini membuat AU dapat emmilih kombinasi terbaik untuk mesinnya. Prototype YF-22 kedua yang dilengkapi dengan mesin Pratt and Whitney melakukan demonstrasi kemampuannya untuk terbang dengan kecepatan 1,58 Macg tanpa “pembakaran susulan” dan 1,7 mach dengan “pembakaran susulan”.

Kombinasi ini dianggap sebagai yang paling cocok oleh Lockheed dan Pratt & Whitney, sehingga perintah untuk produksi dikeluarkan. Produksi F-22 Raptor dilakukan dengan beberapa modifikasi yang jika dibandingkan dengan prototype YF-22 maka F-22 Raptor mempunyai lebar sayap yang lebih besar, “wing sweep” yang berkurang, badan pesawat yang lebih pendek, dan kokpit yeng letaknya berubah untuk menambah visibilitas pilot.

Walaupun pesawat ini sangat canggih, akan tetapi harganya luarbiasa mahal, sekitar 250 juta dolar AS sebuah. Harga turun dengan perkembangan metode produksinya menjadi 133 juta dolar AS pada 2005. Lockheed Martin juga mengindikasikan bahwa harganya bisa turun di bawah 100 juta dolar pada produksi di masa datang. Akan tetapi, pengurangan biaya ini tidaklah cukup karena kongres di AS terus memotong dana untuk program Raptor.

AU AS sebenarnya mengharapkan untuk membuat 750 contoh F-22 dan menyatakan bahwa kebutuhannya mencapai 380 pesawat. Hanya saja, pemotongan dana ini memungkinkan F-22 sebanyak 180 pesawat yang produksinya berakhir hingga 2011. AU tetap berusaha untuk menambah dana agar peningkatan produksi dapat ditingkatkan untuk mengganti F-15 yang sudah terlalu tua. Sampai tahun 2006, sebanya 80 pesawat F-22 Raptor sudah selesai dibuat dari 80 yang dipesan. Konggres AS sampai sekarang menolak ekspor pesawat ini ke negara lain yang sebenarnya bisa dipakai sebagai sumber dana tambahan.

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1226392

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s